Skip to content

Budaya Bali

Sistem Pawukon Bali: Memahami 210 Hari dalam Siklus Kalender Tradisional Bali

Penjelasan lengkap sistem Pawukon Bali: 30 wuku, 10 wewaran bersamaan, cara menghitung hari Pawukon, dan hubungannya dengan hari raya Galungan, Kuningan, Saraswati, dan Pagerwesi.

Written by
Jay
Published
Reading time
10 min read

Published: May 23, 2026 | Author: Jay | Reading Time: 10 min read


Table of Contents

  1. Apa Itu Sistem Pawukon?
  2. Struktur 30 Wuku
  3. Sepuluh Wewaran Bersamaan
  4. Cara Menghitung Hari Pawukon
  5. Hari-Hari Raya Berdasarkan Pawukon
  6. Watek, Urip, dan Atribut Spiritual
  7. Frequently Asked Questions

Apa Itu Sistem Pawukon?

Sistem Pawukon adalah kalender siklus 210 hari yang unik dalam tradisi penanggalan dunia — tidak berbasis Matahari maupun Bulan, melainkan berbasis kombinasi sepuluh siklus numerik yang berjalan bersamaan. Sistem ini hanya ditemukan di Bali dan beberapa wilayah Jawa, menjadikannya salah satu sistem penanggalan paling kompleks yang pernah diciptakan manusia.

"Pawukon adalah mahakarya matematis tradisi Bali — sepuluh siklus berbeda berputar secara independen, menghasilkan kombinasi yang tidak pernah identik dalam satu siklus penuh."

Sistem ini digunakan untuk menentukan hari raya Hindu Bali seperti Galungan, Kuningan, Saraswati, Pagerwesi, dan berbagai upacara lainnya. Setiap 210 hari, siklus berulang dari awal.

Artikel ini adalah bagian dari seri Kalender Bali. Baca artikel utama: Kalender Bali: Panduan Lengkap Sistem Penanggalan Pawukon, Saka, dan Tradisi Hindu Bali.


Struktur 30 Wuku

Siklus Pawukon terbagi menjadi 30 wuku (minggu), setiap wuku berdurasi 7 hari. Total: 30 × 7 = 210 hari.

Daftar 30 Wuku dan Bhatara-nya

# Wuku Bhatara Ala/Ayu
1 Sinta Bhatara Indra Ala
2 Landep Bhatara Yama Ayu
3 Ukir Bhatara Surya Ala
4 Kulantir Bhatara Sambu Ayu
5 Tolu Bhatara Brahma Ala
6 Gumbreg Bhatara Wisnu Ayu
7 Wariga Bhatara Rudra Ala
8 Warigadean Bhatara Sangkara Ayu
9 Julungwangi Bhatara Pasupati Ala
10 Sungsang Bhatara Guru Ayu
11 Dungulan Bhatara Siva Ala
12 Kuningan Bhatara Mahadewa Ayu
13 Langkir Bhatara Sri Ala
14 Medangsia Bhatara Indra Ayu
15 Pujut Bhatara Yama Ala
16 Pahang Bhatara Ludra Ayu
17 Krulut Bhatara Brahma Ala
18 Merakih Bhatara Wisnu Ayu
19 Tambir Bhatara Rudra Ala
20 Medangkungan Bhatara Sangkara Ayu
21 Matal Bhatara Pasupati Ala
22 Uye Bhatara Guru Ayu
23 Menail Bhatara Siva Ala
24 Prangbakat Bhatara Mahadewa Ayu
25 Bala Bhatara Sri Ala
26 Ugu Bhatara Indra Ayu
27 Wayang Bhatara Yama Ala
28 Kelawu Bhatara Ludra Ayu
29 Dukut Bhatara Brahma Ala
30 Watugunung Bhatara Wisnu Ayu

Setiap wuku memiliki dewa pelindung (Bhatara) dan klasifikasi Ala (kurang baik) atau Ayu (baik) yang mempengaruhi penentuan hari baik untuk upacara.


Sepuluh Wewaran Bersamaan

Yang membuat Pawukon unik adalah sepuluh siklus (wewaran) berjalan paralel dalam satu hari. Berikut detailnya:

Saptawara (7 hari)

Redite (Minggu), Coma (Senin), Anggara (Selasa), Buda (Rabu), Wraspati (Kamis), Sukra (Jumat), Saniscara (Sabtu). Siklus ini setara dengan mingguan kalender Gregorian.

Pancawara (5 hari)

Paing, Pon, Wage, Kliwon, Umanis. Siklus 5-hari ini bergeser terhadap Saptawara, menghasilkan kombinasi unik setiap 35 hari (7×5).

Triwara (3 hari)

Pasah, Beteng, Kajeng. Siklus 3-hari yang penting untuk menentukan hari Kajeng Kliwon (setiap 15 hari).

Wuku (30 siklus)

Seperti dijelaskan di atas, 30 wuku membentuk siklus utama Pawukon.

Sadwara (6 hari)

Tungleh, Aryang, Wurukung, Paningron, Uwas, Matal. Siklus 6-hari yang berguna untuk penentuan hari baik.

Caturwara (4 hari)

Sri, Laba, Jaya, Menala. Siklus 4-hari yang berkaitan dengan aspek kemakmuran.

Astawara (8 hari)

Sri, Indra, Guru, Yama, Ludra, Brahma, Kala, Uma. Siklus 8-hari yang terkait dengan dewa-dewa.

Sangawara (9 hari)

Dangu, Jagur, Gigis, Nohan, Ogan, Erangan, Urungan, Tulus, Dadi. Siklus 9-hari.

Dasawara (10 hari)

Pandita, Pati, Suka, Duka, Sri, Mula, Wisesa, Srengkara, Manu, Manusa. Siklus 10-hari.

Ekawara & Dwiwara

Siklus 1-hari (Luang) dan 2-hari (Menga, Pepet) yang melengkapi sistem.


Cara Menghitung Hari Pawukon

Perhitungan Pawukon dimulai dari titik acuan (anchor) yang telah ditentukan. Dalam sistem yang digunakan di Kalender Bali Digital Jayax.dev, anchor-nya adalah:

1 Januari 2026 = Wraspati Pon Krulut = Pawukon Day 117

Rumus Dasar

  1. Hitung selisih hari dari tanggal acuan
  2. pawukon_day = ((selisih + 117 - 1) mod 210) + 1
  3. wuku_index = floor((pawukon_day - 1) / 7)
  4. saptawara = (pawukon_day - 1) mod 7
  5. pancawara = pawukon_day mod 5
  6. triwara = pawukon_day mod 3

Contoh Perhitungan

Untuk tanggal 28 Mei 2026:

  • Selisih dari 1 Jan 2026 = 147 hari
  • Pawukon day = ((147 + 117 - 1) mod 210) + 1 = (263 mod 210) + 1 = 54
  • Wuku = floor(53/7) = 7 → Warigadean
  • Saptawara = 53 mod 7 = 4 → Wraspati
  • Pancawara = 54 mod 5 = 4 → Umanis
  • Triwara = 54 mod 3 = 0 → Pasah

Jadi 28 Mei 2026 = Wraspati Umanis Warigadean (Pawukon day 54/210).


Hari-Hari Raya Berdasarkan Pawukon

Hari Raya Utama

Hari Raya Kombinasi Wewaran Frekuensi
Galungan Buda Kliwon Dungulan Setiap 210 hari
Kuningan Saniscara Kliwon Kuningan 10 hari setelah Galungan
Saraswati Saniscara Umanis Watugunung Setiap 210 hari
Pagerwesi Buda Kliwon Sinta 2 hari setelah Saraswati
Tumpek Landep Saniscara Kliwon Landep Setiap 210 hari
Tumpek Uduh Saniscara Kliwon Wariga Setiap 210 hari
Tumpek Kuningan Saniscara Kliwon Kuningan Setiap 210 hari
Tumpek Krulut Saniscara Kliwon Krulut Setiap 210 hari

Hari Spesial Lainnya

  • Kajeng Kliwon — Setiap 15 hari (Triwara Kajeng + Pancawara Kliwon)
  • Anggara Kasih — Setiap 35 hari (Saptawara Anggara + Pancawara Kliwon)
  • Buda Cemeng — Setiap 35 hari (Saptawara Buda + Pancawara Wage)
  • Buda Kliwon — Setiap 35 hari (Saptawara Buda + Pancawara Kliwon)

Watek, Urip, dan Atribut Spiritual

Setiap hari Pawukon memiliki atribut spiritual tambahan:

Urip (Nilai Numerik Spiritual)

Urip dihitung dari penjumlahan urip Pancawara dan urip Saptawara:

  • Urip Pancawara: Paing=9, Pon=4, Wage=7, Kliwon=8, Umanis=5
  • Urip Saptawara: Redite=5, Coma=4, Anggara=3, Buda=7, Wraspati=8, Sukra=6, Saniscara=9

Total urip digunakan untuk menilai "kebaikan" suatu hari.

Pararasan

Kombinasi wuku dan saptawara menghasilkan 7 jenis pararasan yang menggambarkan karakter spiritual hari tersebut.

Pancasuda

Tabel 5×7 yang menghasilkan prediksi spiritual berdasarkan kombinasi pancawara dan saptawara.

Ingkel

Larangan aktivitas tertentu berdasarkan hari — misalnya, ingkel untuk menanam, membangun, atau bepergian.


Frequently Asked Questions

Berapa kali Galungan dalam setahun?

Galungan terjadi 2 kali dalam setahun Gregorian karena siklus Pawukon 210 hari lebih pendek dari tahun Masehi (365 hari). Jarak antar Galungan sekitar 6 bulan.

Apa bedanya Kajeng Kliwon dan Buda Kliwon?

Kajeng Kliwon adalah kombinasi Triwara Kajeng + Pancawara Kliwon (setiap 15 hari), sedangkan Buda Kliwon adalah Saptawara Buda + Pancawara Kliwon (setiap 35 hari). Keduanya adalah hari baik untuk upacara, tetapi Buda Kliwon lebih khusus karena termasuk Galungan.

Bagaimana cara tahu hari Pawukon hari ini?

Gunakan Kalender Bali Digital — cukup buka halaman tersebut dan informasi wewaran lengkap untuk hari ini akan ditampilkan secara otomatis, termasuk urip, pararasan, dan pancasuda.

Apakah semua wuku memiliki hari baik?

Setiap wuku memiliki karakter Ala (kurang baik) atau Ayu (baik), tetapi ini bukan berarti seluruh 7 hari dalam wuku tersebut jelek atau bagus. Kombinasi dengan wewaran lain menentukan kualitas hari secara keseluruhan.

Mengapa Saraswati selalu jatuh di hari Sabtu?

Saraswati jatuh pada Saniscara (Sabtu) Umanis Watugunung karena kombinasi ini hanya terjadi sekali dalam siklus 210 hari. Saniscara adalah saptawara ke-7 dan Watugunung adalah wuku ke-30, sehingga kombinasi ini terjadi pada pawukon day 210 (hari terakhir siklus).


Artikel terkait:

Coba langsung: Kalender Bali Digital — Hitung wewaran, tambah acara, dan unduh ke Google Calendar.

Tags

  • pawukon
  • wuku bali
  • wewaran
  • saptawara
  • pancawara
  • triwara
  • kalender pawukon
  • galungan
  • kuningan
  • saraswati

Budaya Bali

Keep reading

  1. Budaya Bali

    Odalan dan Ayahan: Sistem Pengingat Upacara Pura dan Persiapan di Bali

    Panduan lengkap tentang odalan (piodalan) dan ayahan dalam tradisi Hindu Bali: cara menghitung jadwal odalan, jenis ayahan, dan cara mengelola pengingat upacara pura dengan kalender digital.

  2. Budaya Bali

    Kalender Saka Bali: Nyepi, Purnama, dan Sistem Penanggalan Berbasis Bulan

    Panduan lengkap kalender Saka Bali: sejarah, struktur bulan, hari raya Nyepi, Melasti, Pengerupukan, Purnama, Tilem, Siwaratri, dan cara sinkronisasi jadwal Saka dengan kalender digital.

  3. Budaya Bali

    Kalender Bali: Panduan Lengkap Sistem Penanggalan Pawukon, Saka, dan Tradisi Hindu Bali

    Panduan lengkap kalender Bali mencakup sistem Pawukon 210 hari, kalender Saka, wewaran, odalan, ayahan, dan cara menggunakan kalender Bali digital untuk sinkronisasi dengan Google Calendar.